Daftar Tulisan

JANGAN MELUPAKAN SEJARAH

Sabtu, 04 April 2015

PENYAMPAIAN PIDATO ABU BAKAR KEPADA KAUM MUSLIMIN SAAT DI BAI'AT MENJADI KHALIFAH



   Oleh: Achmad wahyudi[1]


            Setelah peristiwa yang mengejutkan datang kepada kaum muslimin dengan meninggalnya Nabi Muhammad SAW, ada beberapa hal yang sulit sekali diterima oleh para sahabat yang di saat itu berjihad bersama dengan Nabi Muhammad melalui beberapa peperangan yang bertujuan untuk memerangi kaum non muslim.
            Saat Nabi Muhammad meninggal tersebut banyak sekali perdebatan dikalangan kelompok muhajirin dan kaum Anshor tentang pengganti Nabi Muhammad sebagai Khalifah untuk umat islam. Setelah kedua kaum muslim tersebut berdebat maka salah satu dari mereka dipanggil terlebih dahulu secara baik-baik oleh Abu Bakar dan dijelaskan bahwa keduanya sangat ikhlas untuk berkorban demi islam. Tapi keduanya saling membicarakan hal pribadinya.
            Maka tibalah saat itu ketika Abu Bakar di tunjuk sebagai Khalifah pengganti Nabi Muhammad, setelah dibaiat Abu Bakar menyampaikan sebuah Pidato Bahwa dia hanya sebatas Manusia biasa yang ditunjuk untuk menggantikan Nabi Muhammad sebagai Khalifah bukan sebagai penerus utusan Allah. Adapun kutipan dari pidato Abu Bakar ialah sebagai berikut :      
            Amma Ba’d. Wahai sekalian manusia. Aku diserahi tugas sebagai Khalifah, padahal aku bukan orang terbaik di antara kalian. Untuk itu, jika aku melakukan kebaikan maka bantulah dan jika aku berbuat kesalahan maka ingatkanlah. Jujur itu amanah, sedangkan dusta itu khianat. Orang lemah di antara kalian adalah orang kuat di sisiku sampai aku memberikan haknya, dan orang kuat di antara kalian adalah orang lemah di sisiku sampai akku mengambil hak darinya, insya Allah. Tidaklah suatu kaum meninggalkan Jihad di jalan Allah kecuali Allah akan menjadikan mereka hina dan dihinakan, tidaklah perbuatan kotor menyebar di suatu kaum kecuali Allah akan meyebarkan malapetaka di tengah-tengah mereka Untuk itu, taatilah aku selama aku menaati Allah dan Rasul-Nya. Bila aku melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya maka kalian tidak wajib menaatiku.”[2]


                [1] Achmad Wahyudi merupakan salah satu mahasiswa semester tiga yang menempuh pendidikan di Universitas  Prof.Dr.Hamka (UHAMKA) fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, Prodi Pendidikan Sejarah
                [2] Ditulis dalam Buku Pintar Sejarah Islam karya Qasim A.Ibrahim dan Muhammad A. Saleh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar