Disusun Oleh: Achmad Wahyudi
Secara
de fakto Revolusi China ini di gagasi
oleh Dr. Sun Yat Sen, dengan rencana awal melakukan pembrontakan Huangzhou
tujuannya ialah untuk mengahiri Dinasti Qing, pada tanggal 27 April 1911 dengan
meminta bantuan Huang Xin dan para cendikiawan di China lainnya untuk
melaksanakan pemberontakan di Huangzhou. Dalam pidato yang disampaikan oleh
Dr.Sun Yat Sen setelah perang di Huangzhou berkahir beliau mengatakan bahwa
pemberontakan yang direncanakan di Huangzhou ini mengalami kegagalan, dalam
pidato yang disampaikan tersebut penggagas Revolusi China ini juga memberikan
beberapa penjelasan tentang alasan melakukan suatu penyerangan di Huangzhou
yaitu penderitaan,diskriminasi, dan intimidasi. Selain itu beliau juga
mengatakan bahwa masyarakat mengalami perlakuan tidak adil China yang saat ini
lemah, sudah lama korup dan mengeliat kesakitan.
Adapun
tujuan diadakannya revolusi China ini beliau berharap suatu saat nanti
masyarakatnya dapat mengejar kebahagiaan, dan rasnya akan mendapatkan kembali
martabat. Dalam persitiwa pemberontakan Huangzhou yang gagal tersebut banyak
sekali cendikiawan yang rela mengorbankan dirinya untuk membuat suatu konsep
baru dari tatanan bernegara yaitu Republik.
Pemerontakan
di Huangzhou berakhir dengan penembakan meriam yang di lakukan oleh pasukan
dari dinasti Qing kepada Huang Xin, setelah peristiwa Pemberontakan di Huangzhou
selesai kemudian, ada percakapan dari pihak dinasti Qing mereka saling
berpendapat tentang gagasan Revolusi China yang dilakukan oleh Dr. Sun Yat Sun.
Hal ini karena menyusahkan mereka dengan adanya perlawanan yang terus di
lakukan oleh kaum pemeberontak. Dalam peristiwa introgasi yang dilakukan oleh
salah satu abdi dalem dinasti Qing, Lin Jeumin yang merupakan salah satu
cendikiawan Revolusi China berpendapat bahwa adapun alasan kenapa dia ikut
serta dalam Revolusi China karena dinasti Qing merupakan suatu pemerintahan
(monarki) yang memiliki suatu sistem lama dan orientasi pengadilan Qing ini
tidak memihak kepada rakyat dengan peristiwa rakyat yang semakin menderita dan
kelaparan serta tragis untuk di lihat.
Setelah
Introgasi tersebut selesai Lin Jeumin bersikukuh akan tetap melanjutkan gerakan
Revolusi China hingga kematian menjemputnya, di lain cerita salah satu pihak
dari dinasti Qing bercengkrama dengan Sir John Newell untuk menekan kerusuhan
di Sichuan, setelah pembicaraan tentang penekanan kerusuhan di Sichuan Dr. Sun
Yat Sen berkeinginan melakukan suatu pemberontakan sekali lagi dengan meminjam
beberapa dana kepada pihak di luar China dan juga menambah pasukan untuk
menyerang dinasti Qing.
Dengan
penyerangan yang dilakukan oleh pihak Dr. Sun Yat Sen kepada pihak dinasti
Qing, pihak Dr. Sun Yat Sen mendapatkan kepercayaan dari salah satu abdi dalam
dinasti Qing yang mengikuti gerakan kaum Revormasi. Hingga di akhir peristiwa
Dr. Sun Yat Sen berhasil menurunkan tahta pemimpin dinasti Qing dan beliau
menjadi Presiden pertama di Republik China pada tahun 1912.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar