Daftar Tulisan

JANGAN MELUPAKAN SEJARAH

Kamis, 09 April 2015

REVOLUTION CHINA 1911



Disusun Oleh: Achmad Wahyudi

        
          Jika memperhatikan lalu membedah film tentang Revolusi China yang terjadi pada tahun 1911 memang begitu menarik untuk dibahas melalui lisan ataupun melalui tulisan, karena dalam film tersebut bukan hanya menceritakan perjuangan para cendikiawan dan pelopor lain yang dalam film Revolusi China tersebut tujuannya untuk berjuang dan merubah sebuah tatanan negara dari konsep Monarki menjadi Republik, tetapi di film tersebut juga ada nilai kebudayaan serta interaksi sosial masyarakat Tiongkok yang terjadi pada film Revolusi China 1911. Selain beberapa penjelasan yang sudah tertera di atas mengenai kebudayaan Tiongkok dan Interaksi sosial yang terdapat di film Revolusi China 1911, pasti disisi lain ada juga faktor-faktor penyebab terjadinya Revolusi, Proses terjadinya Revolusi, dan Dampak Revolusi Tiongkok terhadap masa depan Tiongkok.

            Secara de fakto Revolusi China ini di gagasi oleh Dr. Sun Yat Sen, dengan rencana awal melakukan pembrontakan Huangzhou tujuannya ialah untuk mengahiri Dinasti Qing, pada tanggal 27 April 1911 dengan meminta bantuan Huang Xin dan para cendikiawan di China lainnya untuk melaksanakan pemberontakan di Huangzhou. Dalam pidato yang disampaikan oleh Dr.Sun Yat Sen setelah perang di Huangzhou berkahir beliau mengatakan bahwa pemberontakan yang direncanakan di Huangzhou ini mengalami kegagalan, dalam pidato yang disampaikan tersebut penggagas Revolusi China ini juga memberikan beberapa penjelasan tentang alasan melakukan suatu penyerangan di Huangzhou yaitu penderitaan,diskriminasi, dan intimidasi. Selain itu beliau juga mengatakan bahwa masyarakat mengalami perlakuan tidak adil China yang saat ini lemah, sudah lama korup dan mengeliat kesakitan.
            Adapun tujuan diadakannya revolusi China ini beliau berharap suatu saat nanti masyarakatnya dapat mengejar kebahagiaan, dan rasnya akan mendapatkan kembali martabat. Dalam persitiwa pemberontakan Huangzhou yang gagal tersebut banyak sekali cendikiawan yang rela mengorbankan dirinya untuk membuat suatu konsep baru dari tatanan bernegara yaitu Republik.

            Pemerontakan di Huangzhou berakhir dengan penembakan meriam yang di lakukan oleh pasukan dari dinasti Qing kepada Huang Xin, setelah peristiwa Pemberontakan di Huangzhou selesai kemudian, ada percakapan dari pihak dinasti Qing mereka saling berpendapat tentang gagasan Revolusi China yang dilakukan oleh Dr. Sun Yat Sun. Hal ini karena menyusahkan mereka dengan adanya perlawanan yang terus di lakukan oleh kaum pemeberontak. Dalam peristiwa introgasi yang dilakukan oleh salah satu abdi dalem dinasti Qing, Lin Jeumin yang merupakan salah satu cendikiawan Revolusi China berpendapat bahwa adapun alasan kenapa dia ikut serta dalam Revolusi China karena dinasti Qing merupakan suatu pemerintahan (monarki) yang memiliki suatu sistem lama dan orientasi pengadilan Qing ini tidak memihak kepada rakyat dengan peristiwa rakyat yang semakin menderita dan kelaparan serta tragis untuk di lihat.
            Setelah Introgasi tersebut selesai Lin Jeumin bersikukuh akan tetap melanjutkan gerakan Revolusi China hingga kematian menjemputnya, di lain cerita salah satu pihak dari dinasti Qing bercengkrama dengan Sir John Newell untuk menekan kerusuhan di Sichuan, setelah pembicaraan tentang penekanan kerusuhan di Sichuan Dr. Sun Yat Sen berkeinginan melakukan suatu pemberontakan sekali lagi dengan meminjam beberapa dana kepada pihak di luar China dan juga menambah pasukan untuk menyerang dinasti Qing.
            Dengan penyerangan yang dilakukan oleh pihak Dr. Sun Yat Sen kepada pihak dinasti Qing, pihak Dr. Sun Yat Sen mendapatkan kepercayaan dari salah satu abdi dalam dinasti Qing yang mengikuti gerakan kaum Revormasi. Hingga di akhir peristiwa Dr. Sun Yat Sen berhasil menurunkan tahta pemimpin dinasti Qing dan beliau menjadi Presiden pertama di Republik China pada tahun 1912.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar